YOGYAKARTA, Joglo News – Sampah masih jadi persoalan pelik di DIY.
Melihat itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menggali perspektif dan pengalaman berbagai pihak dalam mengatasi permasalahan sampah yang tak kunjung selesai ini.
Berbagai pihak peduli isu sampah di Yogyakarta berkumpul dalam “Sarasehan dan Refleksi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat” di Yasanti, Kasihan, Bantul. Sabtu, (24/8).
Kadiv Kampanye Walhi Yogyakarta Elki Setyo Hadi mengatakan, sejak 2018 hingga sekarang di DIY masih bergelut dengan masalah sampah.
BACA JUGA: Keren! Inilah 3 hal yang Dilakukan saat Milad SMP Muhammadiyah 2 Kalasan
Menurut dia, skema kumpul, angkut, buang telah menjadi bom waktu yang meledak.
Kondisi overload di TPSA Piyungan menjadi indikator kegagalan model pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah daerah.
“Mau tidak elemen masyarakat harus ikut berperan dan mengambil inisiatif untuk melakukan pengelolaan yang lebih efektif. Mengingat, sampah akan lebih mudah ditangani apabila lebih dekat dengan hulu dan justru diabaikan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Dengan melibatkan warga dari berbagai pihak termasuk pelaku pariwisata, pihaknya bisa mendapatkan informasi dan permasalahan secara langsung soal bagaimana warga mengelola dan menangani sampah selama ini.
Buruh gendong Giwangan Rubiyah bercerita, sebagai pasar sayur Giwangan kewalahan dalam menangani sampah.










