BANTUL, Joglo News – Lahan Pertanian di Empat Kapanewon di Kabupaten Bantul diserang monyet ekor panjang.
Sejumlah komoditas pertanian seperti kacang tanah, jagung, dan buah-buahan milik warga jadi sasaran.
“Empat Kapanewon yang terdampak yakni Dingo, Imogiri, Pundong, dan Piyungan. Yang diserang tanaman palawija seperti jagung, kacang dan buah-buahan,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo.
Joko mengungkapkan banyak keluhan warga karena hama momyet tersebut.
Tapi, pihaknya pun tampak pasrah karena belum ada solusi yang konkret dan praktis untuk menyelesaikan masalah itu.
“Yang mengeluh banyak masih kesulitan cari solusinya. Kami telah melaksanakan koordinasi dengan BKSDA mau pun dengan LSM-LSM, tapi belum ada jalan keluarnya,” terang dia, Kamis (12/12).
BACA JUGA: Apindo Jateng Keberatan dengan Kenaikan UMP, Ini Alasannya!
Adapun, dari empat Kapanewon yang terdampak tersebut, pihaknya belum melakukan pendataan luas lahan yang terdampak.
Salah satu wilayah yang terhitung kerugiannya yaitu Kalurahan Mangunan, yang diperkirakan rugi Rp 400 juta.
Lebih lanjut, Joko menuturkan, ada satu solusi yang biasa menjadi pilihan mengatasi ham monyet ini.
Yaitu dengan menekan laju populasi. Pasalnya, kata Joko, pada saat masa birahi, satu monyet jantan bisa mengawini 70 ekor monyet betina.
Sedangkan, masa birahi monyet ini sendiri dikatakan mencapai 11 hari.
“Sehingga satu pejantan bisa menghasilkan 770 ekor keturunan, itu info BKSDA, saya tidak tahu. Memang ada solusi yaitu pemandulan, tapi ini juga perlu legitimasi, kekuatan hukum. Dari pada bergerak salah,” tandasnya. (nik/ree).
Editor: Dzikrina Abdillah.









