SLEMAN, Joglo News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus memperkuat komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak anak-anak melalui berbagai program dan kebijakan strategis.
Menyadari bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa, Pemkab Sleman telah mencanangkan berbagai langkah nyata untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter kuat guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Seperti yang diungkapkan Plt Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Sleman Helmi Arifianto.
Ia menjelaskan, anak-anak di Sleman, yang berjumlah 320 ribu jiwa atau 28 persen dari total penduduk, memegang peranan penting dalam membangun masa depan bangsa.
“Anak-anak saat ini adalah calon pemimpin bangsa. Semakin baik kualitas mereka sekarang, semakin baik pula masa depan bangsa. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menjamin perlindungan dan pemenuhan hak mereka secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Helmi, Kamis (12/12).
Salah satu inisiatif utama yang dijalankan adalah pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA).
BACA JUGA: Gedung Baru Mall Pelayanan Publik Sleman Resmi Dibuka, Beri Layanan Terpadu dan Lebih Efisien
Kebijakan ini didukung oleh Peraturan Bupati (Perbup) No. 12 Tahun 2018, yang menjadi pedoman bagi program perlindungan anak hingga tingkat padukuhan.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, sehingga mereka dapat berkembang secara fisik, mental, dan sosial secara optimal. Kabupaten Layak Anak menjadi sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Sleman telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang memberikan pelayanan kepada anak dan perempuan korban kekerasan atau diskriminasi. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ini untuk mendapatkan perlindungan khusus.
Pemkab juga menghadirkan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) “Kesengsem” sebagai layanan satu pintu berbasis hak anak.
Layanan ini ditujukan kepada anak, orang tua, dan keluarga, dengan tenaga profesional seperti psikolog yang memberikan solusi dalam menghadapi berbagai permasalahan.










