YOGYAKARTA, Joglo News – Wali Kota Yogyakarta terpilih dr. Hasto Wardoyo, menyampaikan rencana strategis penanganan sampah di Kota Yogyakarta yang akan menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya.
Selain itu, dia juga akan melanjutkan program renovasi rumah tidak layak huni atau bedah rumah.
Dalam jumpa pers usai penetapan dirinya sebagai calon terpilih, Hasto menekankan pentingnya masa transisi agar program-program yang direncanakan dapat diterapkan secara efektif dan lancar.
“Saya menyadari masa transisi itu penting. Oleh karena itu, konsep-konsep pola pikir yang saya rencanakan sebagian sudah saya sampaikan kepada teman-teman Pemkot Yogyakarta. Ini bukan untuk memerintah, tetapi supaya transisi ini berjalan tanpa kejutan,” ujarnya, baru-baru ini.
BACA JUGA: Gotong Royong Percepat Program Bedah Rumah Yogyakarta
Salah satu fokus Hasto adalah mengubah sistem pembuangan sampah agar lebih efisien dan nyaman bagi warga.
Dia menyoroti kondisi saat ini , banyak warga harus membuang sampah ke depo sendiri, yang menurutnya menyulitkan.
“Saya tidak mau melihat ada orang antri membuang sampah ke depo. Mau saya, warga itu dijemput di rumahnya masing-masing. Kecuali kalau warga punya kesepakatan di tingkat RT atau RW untuk menentukan titik pengumpulan, itu monggo,” katanya.
Hasto juga mengkritisi keberadaan depo sampah di lokasi-lokasi yang dianggap tidak strategis dan mengganggu estetika kota, terutama di kawasan heritage seperti Pakualaman.
“Contohnya di Pakualaman, ada depo di pinggir jalan yang sampai menutupi jalan. Padahal, kawasan ini adalah wilayah heritage yang penting bagi Yogyakarta,” tambahnya.
Terkait kapasitas pengelolaan sampah, Hasto mengungkapkan Kota Yogyakarta menghasilkan sekitar 300 ton sampah per hari.










