SLEMAN, Joglo News – Sebanyak 184 peserta penyuluh agama di Kabupaten Sleman mengikuti dialog penguatan Pelangi dan Moderasi Beragama yang diinisiasi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sleman, Selasa (4/2).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengeratkan sinergitas antar anggota, sekaligus penguatan komunikasi bagi implementasi program IPARI kedepan.
Ketua IPARI Sleman Sunhaji mengatakan, adanya dialog ini terlihat secara nyata kontribusi lembaganya dalam turut serta membangun wilayah. Khususnya, di Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Bangun Kebiasaan Sehat Butuh Waktu Setidaknya Dua Bulan
”Terkemas dalam dialog manis. Penyuluh masing-masing agama bersatu dalam nilai-nilai moderasi,” ujarnya.
Ia menekankan, kegiatan ini tidak akan berhenti sampai dialog saja.
Mengingat IPARI Sleman baru berjalan satu tahun, pihaknya akan lebih proaktif menyosialisasikan program-program kerja organisasi.
Sunhaji menegaskan, secara tupoksi IPARI berbeda dengan FKUB meski sama-sama bekerja demi kerukunan umat beragama. IPARI dikhususkan untuk penyuluh agama.
”Kami di bawah naungan Kemenag, dan pekerjanya itu ya penyuluh agama tadi. Baik itu PNS, P3K, maupun honorer,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PW IPARI DIY menegaskan, pembentukan Ikatan Penyuluh Agama RI ini didasarkan atas rasa senasib sepenanggungan.










