JEPARA, Joglo News – Ratusan warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (24/4).
Kedatangan mereka untuk menggelar aksi protes atas adanya aktivitas tambang dan upaya pembukaan tambang baru di desanya.
Warga yang terdiri dari Dukuh Toplek dan Pendem ini datang dengan membawa dua armada truk dan 3 mobil.
Mereka menyerukan orasi di depan kantor DLH Jepara dan menuntut untuk menghentikan aktivitas pembukaan tambang baru tersebut.
Salah satu warga Dukuh Toplek, Purwanto menyampaikan, aksi penolakan ini dilakukan lantaran warga mulai khawatir dengan rencana aktivitas tambang yang akan dilakukan, di mana lokasi tambang tersebut tepat berada di atas pemukiman warga Dukuh Toplek.
Tambang tersebut berada di Gunung Mrica yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman warga.
“Tuntutan warga menuntut penutupan tambang yang berada di lokasi pas di Dukuh kami. Itu (lokasi) benar-benar berada di atas pemukiman kami. Jadi kami melaporkan bahwa nggak setuju kalau diadakan pertambangan,” jelasnya dengan rasa khawatir pada Joglo News.
Tambang Galian C ini dinilai telah mengancam kelestarian alam dan sumber air warga sekitar.
Sebab, sumber air tersebut selama ini disalurkan di pemukiman sekaligus sebagai pemasok air untuk irigasi pertanian warga di Desa Clering.
‘’Aktivitas tambang ini juga sangat membahayakan warga, mulai dari potensi longsor, banjir, kerusakan rumah akibat getaran alat berat, debu, dan hilangnya sumber air minum,’’ ungkapnya.
Ia berharap, ekploitasi alam ini dihentikan secara permanen. Ia meminta pemerintah agar bijak dalam menyikapi masalah tambang di desanya.
“Karena aliran sungainya juga sudah dangkal. Pertanian yang dulunya bisa panen tiga kali, kini hanya dua kali. Desa Sumberrejo sudah dikepung aktivitas tambang,” ucapnya.
Ketua RW 3, Desa Sumberrejo yang melingkupi warga Dukuh Toplek dan Pendem, Ali Imron turut ikut dalam aksi tersebut.
Ia berharap, permasalahan ini bisa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Terlebih, masalah ini juga terkait dengan sumber mata air yang dimanfaatkan oleh banyak warga di sekitar.
‘’Kami berharap, pemerintah bisa segera menyelesaikan dengan baik masalah ini,’’ terangnya.










