BANTUL, Joglo News – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menegaskan, aktivitas pertanian masih berjalan dengan baik meskipun hujan mulai turun di beberapa daerah.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menyampaikan, intensitas hujan yang terjadi belum memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas tanaman, terutama komoditas utama seperti bawang merah.
Joko menjelaskan, curah hujan yang ada saat ini relatif ringan dan cepat meresap ke dalam tanah.
Sehingga tidak menyebabkan genangan air atau banjir di lahan pertanian.
“Meski hujan turun, pengaruhnya tidak besar karena air langsung terserap. Jadi, banjir di lahan pertanian tidak mungkin terjadi,” katanya, Minggu (19/10).
BACA JUGA: Keren! Mahasiswi UII Ciptakan Jingle Resmi Putra Putri Budaya Indonesia 2025
Menurut perkiraan BMKG, musim hujan yang merata diperkirakan baru akan berlangsung pada akhir November.
“Untuk bawang merah, pengaruh hujan juga tidak signifikan, apalagi permintaan di pasar masih tinggi,” jelasnya.
Pemkab Bantul telah menerapkan sistem tanam berkelanjutan di beberapa wilayah agar produksi pertanian tetap stabil sepanjang tahun.
Setiap bulan ada kegiatan tanam di berbagai wilayah, tidak hanya di sentra utama tapi juga di wilayah pantai selatan.
Yang sudah dilengkapi dengan sistem penyiraman listrik.
Terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai penggunaan pupuk bersubsidi dan pengawasan distribusi agar tidak disalahgunakan, DKPP Bantul sudah melakukan langkah antisipasi.
Joko mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian untuk mengawasi rantai distribusi pupuk agar tidak terjadi pelanggaran.
“Sebelum ada imbauan dari Menteri Pertanian tentang pengawasan pupuk, kami sudah berkoordinasi dengan kejaksaan dan kepolisian, serta melakukan pengecekan di sejumlah distributor dan pengecer,” jelasnya.
Hingga kini, ada 48 pengecer dan 6 distributor pupuk di Bantul yang dinyatakan beroperasi sesuai aturan.
“Alhamdulillah, tidak ditemukan pelanggaran,” ujarnya.
Data DKPP menunjukkan, kebutuhan pupuk tertinggi berada di wilayah Kapanewon Sewon, diikuti Bambanglipuro, Pandak dan Pajangan, yang memiliki lahan pertanian luas.










