YOGYAKARTA, Joglo News – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengambil langkah cepat menindaklanjuti siswa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Kota Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Dia telah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wirobrajan.
“Arahan kedua memang ke depan akan dikurangi, tidak lagi 3.400 (porsi). Itu terlalu banyak lah. Pak kepala BGN menyampaikan ke depan akan dikurangi, mungkin dibatasi dia ribu atau lebih,” kata Hasto, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, kapasitas produksi yang mencapai 3.400 porsi menjadi perhatian khusus.
Sebab, dengan tuntutan kecepatan dan ketepatan akan menjadi kendala bagi SPPG dalam menyajikan MBG ke siswa.
BACA JUGA: Bangga! Tim Medis Muhammadiyah Lolos Verifikasi WHO, Siap Dikirim ke Palestina
“Betul (digeser ke SPPG lain). Diperbanyak yang mengerjakan, kan kalau ngladeni tiga ribu lebih (porsi) kan berat sekali,” papar Hasto.
Mantan Bupati Kabupaten Kulonprogo periode 2011-2016 dan 2017-2019 ini menjelaskan, arahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ini disampaikan atas kasus keracunan di kedua sekolah itu.
Selain itu, yang sudah mereka lakukan yaitu dengan menutup sementara SPPG Wirobrajan.
Sampai keluar hasil pengecekan sample makanan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
“Kita sambil menunggu hasil evaluasi, saya kira untuk (operasional SPPG Wirobrajan) berhenti sejenak. Begitu hasil evaluasi sudah ada, kita bisa jalankan lagi,” katanya.
Hal yang sama juga ditekankan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sultan mempersoalkan proses memasak 3.400 porsi. Apalagi, jika tak mempertimbangkan kemampuan sumber daya dan fasilitas, menjadi masalah yang serius.
“Ya, saya kan sudah mengatakan, pokoknya ya gimana kalau mau bikin tiga ribu porsi, ya nggak bisa toh, ya, kan. Kan biasanya masak cuma 50 porsi, terus telung ewu, ya kan dengan dapur tradisional itu suruh masak tiga ribu (porsi) itu, jam piro le arep tangi (bangun tidur untuk mulai memasak)?”sesalnya.










