JEPARA, Joglo News – Pulau Karimunjawa kini selangkah lebih maju dalam menangani persoalan sampah plastik.
Melalui inovasi teknologi Fast Pyrolysis (Faspol), limbah plastik diolah menjadi bahan bakar alternatif yang disebut petasol, menyerupai solar.
Inovasi ini menjadi simbol awal kemandirian energi masyarakat kepulauan.
Teknologi tersebut resmi dioperasikan di Pusat Daur Ulang (PDU) Karimunjawa, Jumat (17/10).
Program ini merupakan hasil sinergi antara PT Pertamina Gas Negara (PGN) lewat program CSR PGN Share, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Bank Sampah Banjarnegara.
Peluncuran teknologi ini dihadiri oleh Forkopimcam Karimunjawa, tokoh masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan daerah.
Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia, Sridana Paminto, menyambut positif inovasi tersebut.
BACA JUGA: 141 Unit Alsintan Dibagikan ke 100 Kelompok Tani Jepara, Dorong Mekanisasi Pertanian
“Kehadiran mesin Faspol yang mampu mengubah sampah plastik menjadi petasol adalah langkah maju dalam mengatasi masalah sampah sekaligus mendukung energi terbarukan di Karimunjawa,” ujarnya.
Sridana menjelaskan, Karimunjawa dengan populasi sekitar 10.048 jiwa dan kunjungan wisatawan mencapai 82.586 orang sepanjang 2024, menghasilkan timbunan sampah hingga 2 ton per hari.
Sekitar 46,69 persen di antaranya merupakan plastik anorganik.
“Dengan adanya mesin ini, kita berharap volume sampah bisa ditekan, lingkungan lebih bersih, dan masyarakat mendapatkan nilai ekonomi baru dari limbah,” katanya.
Mesin Faspol berkapasitas 50 kilogram per siklus ini dikembangkan oleh tim peneliti BRIN bersama Bank Sampah Banjarnegara.
Teknologi tersebut mengonversi plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar cair petasol yang dapat digunakan untuk mesin diesel.










