Dalam peluncurannya, tim melakukan uji performa pada tiga mesin sekaligus: mesin Dongfeng milik PDU Karimunjawa, excavator di TPA, dan perahu nelayan.
Uji coba yang dipimpin oleh Prof. Dr. Cuk Supriyadi Alinandar, SR., M.Eng., dari BRIN, menunjukkan hasil memuaskan petasol terbukti mampu menggantikan fungsi solar dengan baik.
Selain mengurangi tumpukan plastik, teknologi ini juga menjadi solusi energi alternatif bagi masyarakat, terutama saat musim baratan, ketika distribusi BBM sering terhambat oleh cuaca buruk.
Dengan petasol, nelayan dan warga memiliki sumber energi yang lebih mudah diakses.
Sridana menegaskan, Pemkab Jepara akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di PDU Karimunjawa agar operasional mesin dapat berlanjut secara mandiri.
“Harapan kami, inovasi ini menjadi titik awal bagi kemandirian energi dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Karimunjawa. Semoga kolaborasi lintas lembaga ini terus membawa manfaat bagi warga,” pungkasnya. (oka).
Editor: Dzikrina Abdillah.










