BANTUL, Joglo News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di setiap desa dan kelurahan sebagai wadah pemasaran produk pertanian serta usaha masyarakat setempat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, KDMP tidak hanya berperan sebagai lembaga ekonomi kerakyatan, tetapi juga dirancang untuk menampung dan memasarkan produk anggota maupun hasil pertanian masyarakat sekitar.
“KDMP di Bantul itu dirancang untuk memasarkan produk anggota dan masyarakat desa. Jadi KDMP juga bisa menjadi tempat penampungan produksi warga,” kata Halim, Senin (20/10).
BACA JUGA: Contoh Pidato Sambutan Hari Santri Nasional Tentang “Santri Tangguh di Era Digital”
Untuk mendukung fungsi tersebut, Pemkab Bantul saat ini tengah membangun gerai pergudangan KDMP di sejumlah kelurahan.
Fasilitas ini akan dilengkapi cold storage atau ruang pendingin untuk menjaga kualitas produk segar seperti sayuran, buah-buahan, hasil perikanan, hingga daging.
“Maka dari itu, bangunan gerai KDMP nantinya akan memiliki ruang untuk cold storage agar produk pertanian tetap segar dan awet,” jelasnya.
Halim menyebutkan, hingga kini 15 dari 75 kelurahan di Bantul sudah memiliki KDMP berbadan hukum dan mulai beroperasi.
Sementara lima kelurahan lainnya masih dalam tahap pembangunan fasilitas gerai dan gudang.
Meski belum seluruhnya berjalan optimal, ia menilai potensi KDMP sangat besar bila dikelola dengan serius dan mendapat dukungan dari masyarakat.










