SLEMAN, Joglo News – Dari empat posisi hasil lelang jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Sleman, hanya satu yang belum terisi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menunda pelantikan kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) meski sudah ada tiga nama calon yang lolos seleksi akhir.
Dalam pelantikan yang digelar di Pendopo Parasamya, Tridadi, Sleman, Senin (20/10), Harda hanya melantik tiga pejabat eselon II.
Di antaranya , Triana Wahyuningsih sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Heri Kuntadi sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), serta dr Wisnu Murti Yani sebagai Direktur RSUD Sleman.
BACA JUGA: Wali Kota Yogya Minta ASN Calon Purna Tugas Tetap Produktif Setelah Pensiun
“Tiga nama yang lolos nilainya bagus-bagus semua. Tapi saya perlu waktu untuk memilih satu yang paling tepat. Jabatan kepala Bappeda ini krusial, saya harus yakin betul siapa yang akan duduk di situ,” jelas Harda saat ditemui Pendopo Parasamya Setda Pemkab Sleman, Senin (20/10).
Menurut Harda, penundaan pelantikan Kepala Bappeda dilakukan karena posisi tersebut sangat strategis.
Terutama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Sehingga dia berdalih tak ingin terburu-buru untuk melantik jabatan ini.
Adapun tiga nama yang lolos seleksi terbuka untuk jabatan kepala Bappeda adalah Dona Saputra Ginting, Nunuk Hartati, dan Nur Fitri Handayani.
Harda menegaskan pelantikan pejabat tersebut kemungkinan baru akan dilakukan pada Desember 2025.
“Nanti dilantik setelah seluruh pertimbangan selesai dilakukan. Sudah memiliki calon, namun masih ingin mempertimbangkan secara matang sebelum menetapkan pilihan,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Harda memberikan wejangan kepada para pejabat terlantik.
Kepada Kepala Dishub, Harda berpesan agar memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP).
Khususnya dalam mewujudkan program Sleman Dalane Alus lan Padang.
Untuk Kepala DPMPTSP, Harda mendorong agar ada penyederhanaan proses perizinan.










