BANTUL, Joglo News – Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai masih kerap terjadi. Sungai jadi kotor dan bau.
Kondisi ini juga berimplikasi pada kesehatan lingkungan hingga matinya ekosistem sungai. Pencegahan dari pemerintah pun masih sangat minim.
Perhatian terhadap sungai yang tercemar oleh sampah belum jadi perhatian serius, tak terkecuali di Kabupaten Bantul.
Upaya pencegahan penumpukan sampah liar masih terfokus di area-area yang terlihat langsung oleh publik. Seperti halnya di tepi jalan raya.
Sejak beberapa bulan lalu, Pemkab Bantul memasang beberapa titik CCTV pemantauan pembuang sampah liar.
Bahkan sudah ada beberapa warga yang terekam membuang sampah sembarangan dan bahkan berujung pada penindakan yustisi.
BACA JUGA: Cek Jadwalnya! Ribuan Lampion Siap Hiasi Langit Goa Cemara Bantul
Sementara itu, terkait pembuangan sampah di sungai, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebutkan, masih berdasarkan laporan manual.
Menurutnya, sejauh ini Pemkab mengandalkan laporan dari dukuh dan para komunitas pemerhati sungai.
”Kalau CCTV sungai saya kira tidak, ya, karena ini juga menyangkut efisiensi. Kita masih mengandalkan laporan manual dari Pak Dukuh, dari para aktivis komunitas sungai, itu mereka juga biasanya menyampaikan ke DLH, ke BPBD, lalu kita buat satu gerakan bersih-bersih sungai,” terang Halim, Senin (20/10).
Ia menyebut, pemasangan CCTV di sungai akan memakan anggaran yang cukup besar.
Apalagi Bantul merupakan hilir dari berbagai sungai. Sedangkan untuk penindakan yustisi pembuang sampah di sungai, kata Halim, belum diterapkan.
“Kalau semua tempat itu kita pasangi CCTV, betapa mahalnya itu. Jadi saya kira enggak perlulah kalau sungai. Lalu untuk penindakan yustisi belum kita ambil,” ujarnya.










