JEPARA, Joglo News – Tren negatif Persijap Jepara di kandang sendiri belum juga berakhir.
Laskar Kalinyamat kembali gagal memetik kemenangan setelah ditaklukkan Bali United FC dengan skor tipis 1-2 dalam laga pekan ke-8 BRI Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Minggu (19/10) malam.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persijap tampil agresif dan mampu menekan pertahanan lawan.
Beberapa peluang emas sempat tercipta, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Situasi berubah drastis ketika tim tamu mencetak gol di akhir babak pertama dan pemain Persijap, Hamisi, diganjar kartu merah tak lama kemudian.
BACA JUGA: Produksi Garam Jepara Turun Drastis Meski Harga Naik, Ini Penyebabnya!
“Babak pertama sebenarnya berjalan sesuai rencana. Kami menguasai permainan dan punya banyak peluang. Tapi gol di menit akhir serta kartu merah mengubah segalanya,” ujar pelatih Persijap, Mario Lemos, dalam konferensi pers usai pertandingan.
Meski bermain dengan sepuluh pemain, semangat juang Persijap belum padam. Carlos Franca sempat mencetak gol penyama kedudukan, namun hanya berselang kurang dari satu menit, Bali United berhasil membalas dan kembali unggul 2-1.
“Franca sempat gagal mengeksekusi penalti, tapi kemudian mencetak gol balasan. Sayangnya, kami kembali kebobolan cepat. Tim masih kurang pengalaman dalam menghadapi tekanan seperti ini,” ungkap Lemos.

Kekalahan ketiga beruntun di kandang membuat suasana tim kian muram.
“Semua pemain dan staf pelatih sama-sama kecewa. Rasanya seperti patah hati ketika kami gagal lagi di hadapan pendukung sendiri,” kata pelatih asal Portugal itu.
Namun, Lemos tetap memuji perjuangan anak asuhnya.
“Kami sudah berjuang maksimal. Dengan sepuluh pemain pun kami tak menyerah dan tetap mencoba mencetak gol,” ujarnya menegaskan.










