YOGYAKARTA, Joglo News – Sebanyak 116 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jogja segera memasuki purna tugas.
Pemkot pun memberikan pembekalan kepada mereka di Balai Kota, Senin (20/10). Mereka diharapkan tetap produktif dan bermanfaat di lingkungan masyarakat.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan terima kasih kasih atas dedikasi dan pengabdian mereka.
Dia berharap para calon purna tugas tetap bekerja keras menjelang masa pensiun dan saat masuk pensiun.
Hasto memberikan contoh Rasulullah Muhammad SAW. Di mana, saat ditanya kalau besok meninggal dunia maka yang dilakukan bukan ibadah salat.
BACA JUGA: Warga Trimurti Bantul Krisis Air, Tambang Pasir Dinilai Perparah Kekeringan
Tapi, menanam kurma yang bisa bermanfaat untuk para umat.
“Kalau yang fisiknya masih kuat, jangan nganggur. Meskipun sudah mau purna, ya, saya minta untuk tetap bekerja keras. Setelah purna juga harus kerja, supaya memberikan tinggalan kesejahteraan,” kata Hasto.
Menurutnya, orang yang pensiun terbagi dalam empat kelompok. Yakni, pensiun punya modal dan badan sehat, punya modal tapi badan tidak sehat, tidak punya modal cukup tapi badan sehat, serta tidak punya modal dan badan tidak sehat.
Hasto berpesan, bagi yang masih sehat untuk tetap menjadi orang produktif dan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan. Termasuk, mendarmabaktikan diri untuk masyarakat.
“Kita ini bonus demografinya agak berat karena orang tua menjadi tanggungan anak muda, namanya sandwich generation. Makanya, saya nasihatnya mereka tetapi produktif biar sandwich generation-nya tidak berat. Karena kita tidak akan keluar dari jebakan middle income trap kalau generasi sandwich terbebani. Itu harapan saya seperti itu ini visi secara besar untuk negara. Makanya, kita memberikan motivasi,” terangnya.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta Subarjilan menyebut, dari 116 ASN calon purna tugas itu terdapat beberapa pegawai dengan capaian Istimewa.
Antara lain, pegawai dengan kategori jabatan manajerial tertinggi yaitu Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulistyawati.
Masa kerja terlama yakni Sugiyati sebagai ASN guru dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dengan masa bakti 41 tahun.
“Perlu diingat bahwa purna tugas bukan akhir dari perjalanan hidup. Tapi, sebuah babak baru untuk menata hidup yang lebih bermakna dan membahagiakan,” jelasnya. (eri/amd).
Editor: Dzikrina Abdillah.










