GUNUNGKIDUL, Joglo News – Dinas Peternakan (Disnak) Gunungkidul mencatat, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) di wilayahnya cenderung landai.
Meski begitu, kewaspadaan tetap ditingkatkan menjelang musim hujan yang biasanya memicu peningkatan kelembapan udara.
Kepala Disnak Gunungkidul Wibawanti mengatakan, kelembapan tinggi menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit pada hewan ternak.
“Semua penyakit senang pada kondisi lembap. Parasit darah, lalat, dan nyamuk yang menjadi vektor penyakit juga meningkat,” katanya, Senin (20/10).
Karena itu, pihaknya terus melakukan langkah preventif melalui kerja sama lintas sektor.
BACA JUGA: Mardiati Ningsih Resmi Pimpin Lapas Perempuan Yogyakarta
Secara masif melakukan pengendalian penyakit hewan menular.
“Kami mendapat dukungan APBD kabupaten, APBD DIY dan juga program dewan,” jelasnya.
Selain pengendalian, disnak juga menyalurkan Program Penanggulangan Hewan Mati (PHMS) bagi peternak yang kehilangan ternak akibat penyakit. Hingga sekarang, tercatat 18 peternak penerima bantuan, dengan nilai bantuan tertinggi mencapai Rp 5 juta.
Lebih jauh, Disnak telah memetakan wilayah dengan populasi ternak tinggi dan risiko penyakit menular.
Seperti, wilayah Kapanewon Semanu, Gedangsari, Tanjungsari, Girisubo, Ponjong, hingga Karangmojo.
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya menggelar lomba kebersihan kandang untuk meminimalkan perkembangbiakan lalat dan nyamuk.
“Kami ke depankan langkah preventif, bukan hanya pengobatan,” tegasnya.
Program vaksinasi terus berjalan secara rutin setiap enam bulan sekali untuk penyakit PMK, LSD dan antraks. Peternak pun diimbau agar mau ikut serta.
“Kami terus merayu peternak agar mau divaksin. Harapannya, hewan tetap sehat dan produktif,” ucapnya.
Wibawanti menyebutkan tren peternakan di Gunungkidul kini mulai bergeser.
Para peternak mulai berorientasi bisnis, terutama pada produksi pupuk organik dan tabungan investasi.
“Sekarang sudah banyak farm yang orientasinya bisnis. Meski pertumbuhannya kecil, mereka mulai berhitung secara ekonomi,” ungkapnya.









