Saturday, December 13, 2025
  • HOME
  • YOGYAKARTA
    • Kota Yogyakarta
    • Bantul
    • Sleman
    • Gunungkidul
  • SEMARANG RAYA
    • Kota Semarang
    • Kab. Semarang
    • Kendal
      • Demak
  • MURIA RAYA
    • Kudus
    • Jepara
    • Pati
    • Rembang
  • PEMALANG RAYA
    • Pemalang
    • Kota Pekalongan
    • Kab. Pekalongan
    • Batang
  • BANYUMAS RAYA
    • Banyumas
    • Purbalingga
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • FIGUR
No Result
View All Result
Joglo News
  • HOME
  • YOGYAKARTA
    • Kota Yogyakarta
    • Bantul
    • Sleman
    • Gunungkidul
  • SEMARANG RAYA
    • Kota Semarang
    • Kab. Semarang
    • Kendal
      • Demak
  • MURIA RAYA
    • Kudus
    • Jepara
    • Pati
    • Rembang
  • PEMALANG RAYA
    • Pemalang
    • Kota Pekalongan
    • Kab. Pekalongan
    • Batang
  • BANYUMAS RAYA
    • Banyumas
    • Purbalingga
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • FIGUR
No Result
View All Result
Joglo News
No Result
View All Result
  • HOME
  • YOGYAKARTA
  • SEMARANG RAYA
  • MURIA RAYA
  • PEMALANG RAYA
  • BANYUMAS RAYA
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • HIBURAN
  • FIGUR
Home YOGYAKARTA Sleman

Angka Stunting Sleman Turun, Perokok Ternyata Jadi Biang Munculnya Kasus

Dwi AgusbyDwi Agus
22/10/2025
0
Raih Dua Penghargaan Nasional, Immey Aninditha Gaungkan Semangat “Produsen Batik Muda”

LEBIH BAIK: Dari kiri, Kepala Dinas P3A2KB Sleman Novita Krisnaeni, Sekda Sleman Susmiarto, dan Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama saat paparan capaian prevalensi stunting Kabupaten Sleman di Hotel Prima SR, Selasa (21/10). (Dwi Agus/Joglo News).

Share on FacebookShare on Twitter

SLEMAN, Joglo News – Upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sleman, angka prevalensi stunting tahun 2025 turun menjadi 4,29 persen, dari sebelumnya 4,41 persen.

Tercatat saat ini tercatat 2.050 balita di Sleman mengalami stunting.

Meski mengalami penurunan, sejumlah faktor masih memengaruhi munculnya kasus baru.

Terutama kebiasaan merokok dalam keluarga disamping asupan gizi yang tidak seimbang.

Kondisi ini terjadi pada keluarga yang terdapat perokok berat dan cenderung abai kesehatan bayi dan ibu hamil.

“Jumlah anggota keluarga yang merokok masih cukup tinggi, mencapai sekitar 66,5 persen. Ini berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, karena paparan asap rokok di rumah dapat mengganggu asupan oksigen bayi dan meningkatkan risiko stunting,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama saat ditemui dalam paparan angka stunting Kabupaten Sleman di Hotel Prima SR, Selasa (21/10).

BACA JUGA: Raih Dua Penghargaan Nasional, Immey Aninditha Gaungkan Semangat “Produsen Batik Muda”

Menurutnya, residu nikotin dari asap rokok bisa menempel di pakaian, meja, maupun sofa.

Partikel ini tanpa disadari terhirup oleh bayi, ibu hamil maupun menyusui.

Kondisi ini jika berlarut dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan menurunkan daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, Pemkab Sleman terus mendorong Gerakan Keluarga Sehat Bebas Asap Rokok atau GAS BRO.

Langkah ini untuk menciptakan lingkungan sehat bagi ibu hamil dan anak balita.

“Masih banyak yang menyepelekan, padahal ini penting meski sederhana. Ciptakan kondisi tanpa asap rokok di dalam rumah. Kalau mau merokok ya keluar, atau jauh dari rumah,” katanya.

Selain faktor rokok, asupan gizi yang tidak tepat juga menjadi penyebab dominan.

Banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang masih belum memperhatikan kualitas makanan. Sehingga berdampak pada pertumbuhan janin dan bayi.

“Kalau makanan seadanya, bayi bisa lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan berisiko stunting. Karena itu, sejak masa kehamilan, pemantauan gizi dan kesehatan ibu harus dilakukan secara rutin,” ujarnya.

Cahya menambahkan, kesehatan jiwa ibu juga berperan penting dalam pencegahan stunting.

Ibu hamil dan menyusui diimbau untuk menghindari stres dan kecemasan berlebih.

Ini karena dapat memengaruhi kualitas pemberian ASI dan asupan gizi anak.

“Peran lingkungan penting, ibu hamil dan menyusui jangan sampai stres. Ini dampaknya ke asupan bayi dan balitanya. Terutama, di seribu hari pertama kelahiran,” katanya.

Dari data Dinas Kesehatan, terdapat empat kapanewon dengan angka stunting tertinggi.

Di antaranya, Kapanewon Pakem 6,51 persen, Minggir 6,19 persen, Seyegan 6,00 persen, dan Turi 5,90 persen.

Sementara Kapanewon Berbah menjadi wilayah dengan angka stunting terendah, yakni 3,2 persen.

Upaya itervensi stunting di Sleman dilakukan melalui dua pendekatan.

Page 1 of 2
12Next
Tags: rokokslemanstunting
ShareTweetSend
Dwi Agus

Dwi Agus

Related Posts

Tanam Pohon Pronojiwo di Plunyon, FX Wisnu Ajak Generasi Muda Jaga Alam dan Manfaatkan Tanaman Obat Langka
Sleman

Tanam Pohon Pronojiwo di Plunyon, FX Wisnu Ajak Generasi Muda Jaga Alam dan Manfaatkan Tanaman Obat Langka

13/12/2025
Bantul Bergerak untuk Korban Bencana, Logistik dan Tenaga Medis Dikirim ke Dua Daerah
Sleman

PMI DIY dan Bantul Kirim Tim Kesehatan Keliling ke Aceh Tamiang

13/12/2025
Bantul Bergerak untuk Korban Bencana, Logistik dan Tenaga Medis Dikirim ke Dua Daerah
Sleman

Kasus Kolam Renang Margokaton Resmi Naik Penyidikan, Kejari Sleman Segera Tetapkan Tersangka

13/12/2025
Bantul Bergerak untuk Korban Bencana, Logistik dan Tenaga Medis Dikirim ke Dua Daerah
Sleman

Harga Bahan Pokok Sleman Merangkak Naik Jelang Nataru, TPID Sebut Masih Terkendali

13/12/2025
Target Tinggi! Sleman Bidik 250–300 Ribu Wisatawan dan Okupansi Hotel hingga 65 Persen Selama Libur Nataru
Sleman

Target Tinggi! Sleman Bidik 250–300 Ribu Wisatawan dan Okupansi Hotel hingga 65 Persen Selama Libur Nataru

12/12/2025
Sleman Luncurkan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan, Hadirkan Ruang Aman dan Layanan Pendampingan
Sleman

Sleman Luncurkan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan, Hadirkan Ruang Aman dan Layanan Pendampingan

12/12/2025

Recommended Stories

Belum Selesai, Proyek Tanggul Laut di Tambaklorok Semarang Habiskan 386 M!

Belum Selesai, Proyek Tanggul Laut di Tambaklorok Semarang Habiskan 386 M!

19/06/2024
Datangi Rumah Penjual Es Teh, Gus Miftah Minta Maaf!

Datangi Rumah Penjual Es Teh, Gus Miftah Minta Maaf!

04/12/2024
PSS Sleman Degradasi, Bupati Harda: Saatnya Introspeksi dan Bangkit!

PSS Sleman Degradasi, Bupati Harda: Saatnya Introspeksi dan Bangkit!

28/05/2025

Popular Stories

  • Ini Dia Penyebab Kebakaran Hebat Tempat Penitipan Motor di Jekulo, Kudus, Kerugian Capai Rp 430 juta!

    Ini Dia Penyebab Kebakaran Hebat Tempat Penitipan Motor di Jekulo, Kudus, Kerugian Capai Rp 430 juta!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Perbedaan Bahasa Gaul MK dan POV yang Sering Muncul di Konten Sosmed

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HEBOH Ayah di Jaken Pati Cabuli Anak Tiri yang Masih SMP, Pelaku Diamuk Massa!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ganti Rugi Tol Yogya -Solo-YIA Cair, Segini Harga Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedang Viral! Ini Resep Es Teler Creamy Spesial yang Bisa Kamu Coba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Joglo News

©2024 Joglonews.com. All right reserved

Portal Berita Harian Terbaru

  • Redaksi
  • Contact Person
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • YOGYAKARTA
    • Kota Yogyakarta
    • Bantul
    • Sleman
    • Gunungkidul
  • SEMARANG RAYA
    • Kota Semarang
    • Kab. Semarang
    • Kendal
      • Demak
  • MURIA RAYA
    • Kudus
    • Jepara
    • Pati
    • Rembang
  • PEMALANG RAYA
    • Pemalang
    • Kota Pekalongan
    • Kab. Pekalongan
    • Batang
  • BANYUMAS RAYA
    • Banyumas
    • Purbalingga
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • FIGUR

©2024 Joglonews.com. All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In