BANTUL, Joglo News – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) percontohan Kalurahan Srimulyo, Bantul, mulai menunjukkan geliat aktivitas ekonomi.
Meski masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaan di lapangan.
Ketua Koperasi Merah Putih Srimulyo Suroto mengungkapkan bahwa koperasi ini telah memiliki sekitar 80 anggota aktif.
Total modal awal yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 25 juta. Dana tersebut saat ini sudah bergulir dan dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas usaha koperasi.
BACA JUGA: Angka Stunting Sleman Turun, Perokok Ternyata Jadi Biang Munculnya Kasus
Transaksi harian berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 1,2 juta.
“Omzet dari kegiatan koperasi, khususnya di unit sembako, dalam dua bulan terakhir telah mencapai Rp 49 juta,” jelas Suroto, Selasa (21/10).
Di sisi lain, distribusi pupuk kepada petani juga menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan catatan koperasi, lebih dari 60 persen stok pupuk telah terserap oleh petani di wilayah tersebut.
”Kita sudah distribusikan sekitar 40 ton pupuk. Terakhir distribusi sekitar 2 hingga 4 ton. Tapi saya lupa total pastinya,” tambahnya.
Hingga kini, koperasi membuka layanan sembako dan angkringan setiap hari, serta distribusi pupuk yang dilakukan tiga kali dalam seminggu.










