Saturday, December 13, 2025
  • HOME
  • YOGYAKARTA
    • Kota Yogyakarta
    • Bantul
    • Sleman
    • Gunungkidul
  • SEMARANG RAYA
    • Kota Semarang
    • Kab. Semarang
    • Kendal
      • Demak
  • MURIA RAYA
    • Kudus
    • Jepara
    • Pati
    • Rembang
  • PEMALANG RAYA
    • Pemalang
    • Kota Pekalongan
    • Kab. Pekalongan
    • Batang
  • BANYUMAS RAYA
    • Banyumas
    • Purbalingga
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • FIGUR
No Result
View All Result
Joglo News
  • HOME
  • YOGYAKARTA
    • Kota Yogyakarta
    • Bantul
    • Sleman
    • Gunungkidul
  • SEMARANG RAYA
    • Kota Semarang
    • Kab. Semarang
    • Kendal
      • Demak
  • MURIA RAYA
    • Kudus
    • Jepara
    • Pati
    • Rembang
  • PEMALANG RAYA
    • Pemalang
    • Kota Pekalongan
    • Kab. Pekalongan
    • Batang
  • BANYUMAS RAYA
    • Banyumas
    • Purbalingga
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • FIGUR
No Result
View All Result
Joglo News
No Result
View All Result
  • HOME
  • YOGYAKARTA
  • SEMARANG RAYA
  • MURIA RAYA
  • PEMALANG RAYA
  • BANYUMAS RAYA
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • HIBURAN
  • FIGUR
Home YOGYAKARTA Kota Yogyakarta

Pembiayaan Sanitasi di DIY Masih Amburadul, IPAL Komunal Banyak Mangkrak

Heri SusantobyHeri Susanto
22/10/2025
0
Kembangkan Potensi Energi Terbarukan, DIY Dorong PLTMH dan PLTH Berbasis Komunitas
Share on FacebookShare on Twitter

MASALAH pembangunan infrastruktur di Indonesia ternyata juga menimpa soal sanitasi.

Salah satu kebutuhan dasar masyarakat ini masih menjadi kendala. Terutama mengenai biaya perawatan.

”Membuat sanitasi satu sample yang arah pembangunan tidak baik. Sanitasi secara pembiayaan tidak klir. Pendanaan sektor sanitasi kurang menjadi masalah. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Komunal, sudah dibangun, sudah diserahkan, setelah setahun, dua tahun rusak,” tegas Dosen Teknik Sipil UGM  Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D saat tapping Podcast Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWPP) Sekretariat Daerah (Setda) DIY, Kamis (16/10).

Nepi menjelaskan, kondisi tersebut membuat fasilitas IPAL Komunal yang banyak berdiri di daerah akhirnya tak berfungsi optimal.

Sebab, pembiayaan perawatan bangunan itu tidak jelas. Siapa yang harus memperbaiki.

Masyarakat mau mengadukan kerusakan pun tak mendapatkan kejelasan.

”Tidak tahu siapa yang memperbaiki. Masalah seperti ini karena terjadi masalah pendanaan,” katanya.

Begitu pun dengan sanitasi air limbah setempat atau septic tank. Ia mengatakan, banyak masyarakat yang kesulitan untuk membangun septic tank yang ideal.

Karena, harga satu septic tank yang ideal ini mencapai Rp 8 juta.

”Masyarakat tidak memiliki septictank yang memenuhi standar ideal. Harga septic tank ideal Rp 8 juta. Harusnya ada subsidi dari pemerintah. Ketika sanitasi tidak prioritas. masyarakat membangun asal-asal saja,” sesalnya.

Masalah yang sama, lanjut dia, mengenai rendahnya sambungan rumah (SR) untuk IPAL Regional Sewon. SPAL terpusat Sewon, sudah bisa menerima 75 ribu sambungan. Saat ini baru 27 ribu sambungan.

BACA JUGA: Kembangkan Potensi Energi Terbarukan, DIY Dorong PLTMH dan PLTH Berbasis Komunitas

”Pertanyaannya kenapa masyarakat tidak mau? Masyarakat memilih membangun septic tank. Karena untuk SPAL membayar rutin perbulan. Jawabannya,. harus ada subsidi pemerintah. Teknologi sanitasi tidak bisa dipukul rata,” katanya.

Perencana Ahli Pertama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Guruh Adhi Kurniawan, S.T., mengatakan, di Kota Yogyakarta saat ini terus mempercepat pembangunan sanitasi perkotaan.

Ini sesuai dengan visi dan misi yaitu di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-20230.

”Di Kota Yogyakarta diselaraskan sanitasi aman. Dari 60 persen, ke breakdown, RPJPD, periodisasi. Kami menargetkan tahun 2029 bisa mencapai target 28 persen sanitasi aman, 2029,” katanya.

Ia menegaskan, khusus di Kota Yogyakarta, infrastruktur air limbah ini sudah lengkap.

Hanya saja, terjadi kendala di lapangan. Saat musim hujan. Masyarakat membuka saluran air limbah.

”Karena terjadi genanganan. Ini tidak bolek. Karena jika dilakukan air limbah menjadi membeludak karena jadi satu dengan air hujan,” katanya.

Penelaah Teknis Kebijakan Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan (PIWPP) Setda DIY  Ninditya Mustika Sari, S.T., mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan pedoman pembangunan infrastruktur sanitasi air limbah dan sampah dengan Peraturan Gubernur (Pergub) No 40 tahun 2024.

”Ini menjadi pedoman dalam kolaborasi antara kabupaten dan kota serta DIY dalam membangun infrastruktur sanitasi layak, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

Page 1 of 2
12Next
Tags: DIYIPALpembayaransanitasi
ShareTweetSend
Heri Susanto

Heri Susanto

Related Posts

Warga DIY Diminta Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan
Kota Yogyakarta

Warga DIY Diminta Waspada, Bibit Siklon Tropis Picu Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan

13/12/2025
SMP Muhammadiyah 7 Jadi Magnet Baru Atlet Muda, Kelas KKO Kian Diminati
Kota Yogyakarta

SDN Baluwarti Galang Donasi untuk Aceh dan Sumut, Tanamkan Empati Sejak Dini

12/12/2025
SMP Muhammadiyah 7 Jadi Magnet Baru Atlet Muda, Kelas KKO Kian Diminati
Kota Yogyakarta

Lewat Pekan Ceria, SD Pedagogia Hadirkan Pembelajaran Nyata dan Inklusif

12/12/2025
SDN Kyai Mojo Rayakan 50 Tahun, Tekankan Pembiasaan untuk Wujudkan Generasi Emas
Kota Yogyakarta

SDN Kyai Mojo Rayakan 50 Tahun, Tekankan Pembiasaan untuk Wujudkan Generasi Emas

12/12/2025
SMP Muhammadiyah 7 Jadi Magnet Baru Atlet Muda, Kelas KKO Kian Diminati
Kota Yogyakarta

SDN Tegalrejo 2 Perkuat Pembelajaran Digital Lewat Workshop Bahan Ajar Interaktif

12/12/2025
SMP Muhammadiyah 7 Jadi Magnet Baru Atlet Muda, Kelas KKO Kian Diminati
Kota Yogyakarta

SMP Muhammadiyah 7 Jadi Magnet Baru Atlet Muda, Kelas KKO Kian Diminati

12/12/2025

Recommended Stories

Salat Gaib dan Misa Arwah Digelar di Kampus UGM, Doakan Korban KKN Maluku Tenggara

Salat Gaib dan Misa Arwah Digelar di Kampus UGM, Doakan Korban KKN Maluku Tenggara

03/07/2025
Menikmati Kelezatan Yangko, Oleh-oleh Khas Jogja yang Konon Hanya Bisa Dinikmati Kalangan Bangsawan

Menikmati Kelezatan Yangko, Oleh-oleh Khas Jogja yang Konon Hanya Bisa Dinikmati Kalangan Bangsawan

09/09/2024
Pemkab Batang Raih 2 Penghargaan Prestisius JDIH Tingkat Jateng

Pemkab Batang Raih 2 Penghargaan Prestisius JDIH Tingkat Jateng

19/07/2024

Popular Stories

  • Ini Dia Penyebab Kebakaran Hebat Tempat Penitipan Motor di Jekulo, Kudus, Kerugian Capai Rp 430 juta!

    Ini Dia Penyebab Kebakaran Hebat Tempat Penitipan Motor di Jekulo, Kudus, Kerugian Capai Rp 430 juta!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Perbedaan Bahasa Gaul MK dan POV yang Sering Muncul di Konten Sosmed

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HEBOH Ayah di Jaken Pati Cabuli Anak Tiri yang Masih SMP, Pelaku Diamuk Massa!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ganti Rugi Tol Yogya -Solo-YIA Cair, Segini Harga Tertinggi!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sedang Viral! Ini Resep Es Teler Creamy Spesial yang Bisa Kamu Coba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Joglo News

©2024 Joglonews.com. All right reserved

Portal Berita Harian Terbaru

  • Redaksi
  • Contact Person
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • YOGYAKARTA
    • Kota Yogyakarta
    • Bantul
    • Sleman
    • Gunungkidul
  • SEMARANG RAYA
    • Kota Semarang
    • Kab. Semarang
    • Kendal
      • Demak
  • MURIA RAYA
    • Kudus
    • Jepara
    • Pati
    • Rembang
  • PEMALANG RAYA
    • Pemalang
    • Kota Pekalongan
    • Kab. Pekalongan
    • Batang
  • BANYUMAS RAYA
    • Banyumas
    • Purbalingga
  • RELIGI
  • WISATA
  • KULINER
  • FIGUR

©2024 Joglonews.com. All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In