GUNUNGKIDUL, Joglo News – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gunungkidul terus digencarkan.
Yayasan Sanggar Pawon Group (SPG) menyiapkan 21 dapur yang tersebar di sejumlah kapanewon, hal ini untuk mendukung penyediaan makanan sehat bagi pelajar.
Ketua Yayasan SPG, Andi Widiatmoko mengatakan, dapur itu berada di beberapa titik.
Di antaranya Jatiayu Karangmojo, Kemejing Semin, Siraman Wonosari dan Mulusan Paliyan.
Tahap awal, dapur Kepek 1 dan Kepek 2 akan mulai beroperasi Rabu (22/10), dengan sasaran utama ada sekitar 1.000 siswa.
BACA JUGA: Keren! 24 Pelajar SMP Yogyakarta Siap Tampil di Festival Budaya Korsel
“Setelah itu kita naikkan bertahap hingga 2.500 siswa,” kata Andi.
Kemudian, disusul Pilangrejo Nglipar, Munggi Semanu, Gari Wonosari, Beji Ngawen, Ngloro Saptosari, serta Susukan Genjahan Ponjong.
Yayasan SPG menerapkan konsep ekonomi kerakyatan.
“Seluruh bahan baku dapur diambil langsung dari petani dan peternak lokal,” ujarnya.
Ia memastikan, seluruh proses pengolahan makanan dijaga ketat. Air yang digunakan untuk mencuci bahan dan memasak telah melalui sistem Reverse Osmosis (RO) dan sterilisasi UV.
“Airnya bukan dari sumur langsung. Jadi sayur, buah, sampai nasi kita cuci dengan air RO agar higienis,” ungkapnya.
SPPG Kepek 1 melibatkan 50 tenaga kesehatan, serta 47 relawan untuk mendukung operasional.
Beberapa titik dapur juga berada di kawasan pesantren seperti di Darul Quran Kepek 2.
“Yayasan SGP terdiri dari 7 yayasan, siap menaungi dan membantu calon dapur-dapur MBG di DIY dan Jateng, jika kesulitan dalam proses pendaftaran. Kantor kami ada di Ngrombo, Karangmojo Gunungkidul,” imbuhnya.









