KULON PROGO, Joglo News – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen mendorong upaya pelestarian dan pengembangan potensi seni budaya lokal Jemparingan.
Dalam rangka mendukung hal tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Kulon Progo bersama Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) mengunjungi perajin alat panah JemparingKU di Dusun Ngulakan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap.
Kepala Dinkominfo Agung Kurniawan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka mengangkat potensi olah raga tradisional lokal Kulon Progo agar lebih dikenal masyarakat.
BACA JUGA: Damkar Gunungkidul Tetap Bergerak Meski Armada Tua, Demi Nyawa Warga!
“Jemparingan sudah menjadi ikon budaya di Kulon Progo, sudah sepatutnya menjadi tugas kita semua untuk mengangkat, mempublikasikan dan menyebarluaskan tradisi permainan, olah raga tradisional ini kepada khalayak,” kata Agung, Jumat (31/10).
Agung berharap jemparingan kian dikenal dan mampu menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut melestarikan warisan budaya lokal Kulon Progo.
Sekjen Jemparing Bandul Nusantara yang juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito menyampaikan, jemparingan yang sekarang sedang digalakkan dan dikembangkan adalah jemparingan gagrak mataram. Gagrak yang berkiblat pada kasultanan mataram.
“Jemparingan adalah aktivitas panahan yang dulu hidup dan berkembang dikalangan keraton. Namun setelah era 1990-an sudah mulai bisa diakses masyarakat umum, mereka boleh belajar, boleh melakukan,” jelasnya.
Joko mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan jemparingan.










