SEMARAK Hari Guru Nasional di SD Pangudi Luhur Yogyakarta berlangsung dengan konsep unik. Para guru mengenakan kostum murid, sementara para siswa bebas mengekspresikan figur guru menurut pandangan mereka.
Melalui momen penuh keakraban itu, sekolah ingin menunjukan bahwa proses pendidikan tumbuh dari kolaborasi dan saling belajar, baik guru, peserta didik dan orang tua.
Kepala SD Pangudi Luhur 1, Lina Riharjaningsih mengatakan, konsep pertukaran kostum dipilih sebagai bentuk syukur sekaligus refleksi atas tugas pendidik. Menjadi pengingat bahwa profesi guru adalah amanah sekaligus panggilan.
“Bisa dipanggil sebagai guru karena ada anak-anak. Mereka bukan sekadar penerima pembelajaran, tetapi juga sebagai guru dan mitra belajar bagi kami di sekolah,” ungkapnya, belum lama ini.
BACA JUGA: SDN Kintelan 2 Tanamkan Empati Siswa Lewat Kegiatan Takziah
Ia menambahkan, keterlibatan orang tua mempersiapkan kostum hingga mendampingi anak merupakan wujud kolaborasi yang ingin terus diperkuat sekolah. Diharapkan, momentum ini menguatkan semangat para guru.
“Kami itu satu paket, saling belajar, guru, anak dan orang tua harus berjalan bersama. Kami juga ingin makna ini benar-benar terpatri dan dibawa pulang oleh anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Christina Sri Winarsih mengungkapkan, konsep cosplay ini disambut hangat oleh siswa dan orang tua.
“Saya terharu melihat anak-anak memakai kostum guru, dari seragam PNS hingga pakaian formal. Ternyata ketika guru, orang tua dan anak berkolaborasi, apa pun yang direncanakan bisa tercapai,” terangnya.










