MENGURANGI kejenuhan belajar di kelas, SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta menghadirkan program Outing Class.
Momentum bagi sekolah mewujudkan 8 Dimensi Profil Lulusan dengan pembelajaram mendalaPm dan bermakna pada peserta didik.
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta, Yuni Windharti menuturkan, program Outing Class lahir dari refleksi pembelajaran dirasa mulai monoton. Anak-anak membutuhkan suasana baru.
“Meskipun berbagai strategi pembelajaran sudah diterapkan, anak-anak masih terlihat kurang bersemangat. Dari refleksi itu, kami mengajak mereka belajar di luar kelas agar lebih antusias,” ujarnya, belum lama ini.
Sebelum program diterapkan, sekolah melakukan peningkatan kapasitas guru lewat workshop.
BACA JUGA: SMPN 7 Yogyakarta Tanamkan Cinta Budaya Jawa Lewat Empat Pilar Pendidikan
Yakni membahas implementasi deep learning, desain outing class lintas mata pelajaran dan penguatan literasi digital.
Pada semester gasal ini, seluruh kegiatan outing class selesai dilaksanakan. Sekolah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
Guru juga menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk mengakomodasi capaian pembelajaran lintas mapel.
Yuni mengungkapkan, peserta didik kelas 7 mengunjungi Pabrik Gula Madukismo dan Museum Kotagede, pada Selasa (23/9).
Kemudian, kelas 8 mengikuti pembelajaran seni di Desa Wisata Krebet dan kedirgantaraan di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala pada Kamis (9/10).
Selanjutnya, kelas 9 diajak praktik manasik haji di Masjid Agung Wates dan kunjungan edukatif ke pabrik bakpia, pada Kamis (23/10).










