MTsN 1 Yogyakarta terus memperkuat program kelas riset sebagai salah satu kelas unggulan.
Penguatan dilakukan lewat pendampingan intensif, kolaborasi dengan perguruan tinggi, serta mendorong prestasi siswa dalam berbagai ajang kompetisi.
Kepala MTsN 1 Yogyakarta, Musa Surahman mengatakan, program riset mulai dibentuk sejak ditetapkan sebagai madrasah riset oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kementerian Agama pada 2020.
Kebijakan itu diwujudkan lewat pembentukan kelas unggulan berbasis penelitian.
“Kami memiliki beberapa kelas unggulan, termasuk kelas riset. Setiap angkatan memiliki satu kelas riset. Proses pembelajaran reguler tetap berjalan, tetapi diperkaya dengan materi riset,” tuturnya, belum lama ini.
Selain penguatan pembelajaran pada jam reguler, implementasi program itu berkolaborasi dengan pihak eksternal.
BACA JUGA: Klitih Masih Menghantui Sleman, DPRD dan Kesbangpol Perkuat Pengawasan Hingga Edukasi Remaja
“Kami bekerja sama dengan lembaga luar, terutama dari UNY melalui unit mahasiswa yang fokus pada penelitian. Jadi ada jam tambahan, khususnya untuk memperdalam proses riset,” ungkapnya.
Capaian prestasi siswa terus menunjukkan tren positif. Sekolah terus mendorong anak didiknya aktif mengikuti berbagai kompetisi, seperti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Madrasah Young Researchers (MYRES) maupun kompetisi yang digelar lembaga lain.
“Alhamdulillah, sudah banyak anak-anak kelas riset memperoleh prestasi. Ada tingkat nasional, bahkan tingkat internasional yang digelar online. Target kami dua yang menjadi mandatori itu, OPSI dan MYRES bisa sampai tingkat nasional,” jelasnya.
Salah satu hasil penelitian yakni alat bantu deteksi dini kanker kulit berbasis AI Detector.
Proyek riset bertema kesehatan itu bertujuan mengetahui mekanisme dan efektivitas kecerdasan buatan dalam mengenali gejala kanker secara lebih cepat dan akurat.










