BANTUL, Joglo News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memastikan, program pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa tetap berjalan pada tahun ajaran baru 2026.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto.
Ia berujar, meskipun anggaran dipangkas Rp 35 miliar dan adanya penyesuaian untuk gaji guru PPPK Paruh Waktu, namun program tersebut tetap berjalan.
Sebab program itu merupakan komitmen Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
“Seragam tetap lanjut. Sudah kami hitung dan besok akan kami matangkan lagi. Intinya, karena ini merupakan kebijakan Pak Bupati, pengadaan seragam bagi siswa baru masih tetap ada,” ujar Nugroho, Senin (1/12).
BACA JUGA: HUT ke-54 Korpri, Bupati Gunungkidul Minta ASN Lebih Dekat dengan Masyarakat
Sementara itu, Sekretaris Dikpora Bantul Titik Sunarti Widyaningsih memaparkan, jumlah siswa yang akan menerima bantuan seragam tersebut.
Ia menjelaskan, total penerima di jenjang SD Negeri 9.062 siswa, SD swasta 2.758 siswa, MI Negeri 229 siswa dan MI swasta 1.309 siswa.
Selanjutnya, penerima pada seragam sekolah gratis jenjang SMP Negeri yaitu 8.643 siswa. Sedangkan, SMP Swasta maupun MTs, baik negeri dan swasta ada 6100 siswa.
Titik mengungkapkan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari lima miliar rupiah untuk memenuhi kebutuhan seragam tersebut.
“Untuk jenjang SD, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 2,52 miliar, sedangkan jenjang SMP jumlahnya sekitar Rp 2,68 miliar,” jelasnya.










