SLEMAN, Joglo News — Meski Padang Pariaman masih berada dalam situasi pascabencana banjir bandang, sejumlah anggota DPRD setempat tetap melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sleman, Selasa (2/12).
Keputusan tersebut diambil dengan alasan agenda perjalanan dinas telah dijadwalkan jauh hari dan disahkan melalui Badan Musyawarah (Bamus), sehingga dinilai sulit untuk dibatalkan secara mendadak.
Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, TK Afredison, mengungkapkan bahwa keberangkatan rombongan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan resmi yang sudah tersusun.
Menurutnya, pembatalan kunker tidak memungkinkan karena seluruh proses administrasi telah rampung.
“Agenda ini sudah disusun sejak awal dan dibamuskan. Surat juga sudah masuk, sehingga tidak enak kalau tiba-tiba dibatalkan. Dari Komisi IV sendiri kami tidak berangkat semua, masih ada dua orang yang tetap tinggal di daerah,” ujar Afredison saat ditemui di Ruang Rapat Lantai 2 Setda Pemkab Sleman.
Ia menjelaskan, kunker Komisi IV terjadwal berlangsung hingga Sabtu (6/12/2025), dengan rangkaian kunjungan tidak hanya ke Sleman tetapi juga ke wilayah Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: Nir Empati, DPRD Padang Pariaman Kunker ke Sleman Saat Banjir Belum Tertangani
Kendati demikian, DPRD mengklaim telah melakukan pembagian tugas di internal lembaga untuk memastikan penanganan bencana tetap berjalan.
“Kami bagi personel. Sebagian tetap berada di Padang Pariaman untuk memantau dan mengawal proses pascabencana,” katanya.
Terkait situasi di daerahnya, Afredison menyebut bahwa Padang Pariaman sudah memasuki fase pemulihan.
Sejumlah pihak seperti BPBD dan Dinas Kesehatan disebut telah turun langsung ke lapangan menangani warga terdampak, meski kerusakan masih cukup parah di beberapa kecamatan.
“Yang paling terdampak itu sekitar tiga sampai empat kecamatan. Banyak warga sempat sakit karena rumah terendam selama beberapa hari. Rumah sakit aman, tidak lumpuh. Tapi jembatan banyak yang putus,” ujarnya.
Ia mengakui, masyarakat masih berada dalam suasana duka pascabencana, tidak hanya di Padang Pariaman, tetapi juga di wilayah lain di Sumatera yang terdampak banjir serupa.
“Kami mohon doa dari masyarakat Sleman. Penanganan di lapangan tetap berjalan walaupun sebagian kami sedang menjalankan tugas dinas,” ucapnya.
Rombongan DPRD Padang Pariaman diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta.
Ia menyampaikan bahwa rencana kunjungan kerja tersebut kemungkinan besar telah disusun sebelum bencana terjadi.
Berdasarkan data yang diperoleh, Komisi I DPRD Padang Pariaman sebelumnya mengajukan jadwal kunjungan pada 18 November 2025, sementara Komisi IV mengajukan pada 28 November 2025.
Banjir bandang yang menimpa Padang Pariaman sendiri terjadi pada 27 November 2025.
“Saya baru tahu kemarin, tapi mungkin persiapannya sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya,” kata Agung.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan DPRD berdiskusi dengan jajaran Pemkab Sleman terkait sejumlah program, termasuk pelayanan bantuan sosial.
Namun pembahasan disebut belum menyentuh sisi teknis secara mendalam.










