YOGYAKARTA, Joglo News – Status DIY saat ini dalam kondisi darurat hidrometerologi. Tapi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY tetap menyalurkan bantuan untuk banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pemprov DIY memberangkatkan bantuan tahap kedua. Ada hampir 1 ton obat-obatan dan perbekalahan kesehatan.
Tahap pertama, Pemprov DIY telah mengirimkan bantuan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pada Jumat (5/12) lalu.
Tahap kedua pengiriman bantuan kerja sama dengan JNE dilepas Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (8/12).
Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi menjelaskan, meski DIY juga dalam status siaga darurat hidrometerologi, pihaknya tetap mengirimkan bantuan ke daerah terdampak bencana.
Ini dilakukan setelah pertimbangan internal yang matang.
BACA JUGA: Rotasi 103 Pejabat, Bupati Sleman Optimalkan Kinerja Layanan Publik
“Di satu sisi, kita sendiri DIY ini dalam status siaga darurat hidrometeorologi, jadi kita pertimbangannya banyak,” katanya, Senin (8/12).
Ia menjelaskan, bantuan 842 kg didistribusikan spesifik untuk Aceh (316 kg), Sumatera Utara (264 kg), dan Sumatera Barat (262 kg).
Bantuan esensial yang dikirim dalam tumpukan seberat hampir satu ton itu mencakup kebutuhan dasar seperti masker, multivitamin, obat penurun panas, obat penghilang rasa sakit, obat gatal, dan obat batuk.
Penyaluran tahap kedua melalui jalur darat ini diperkirakan memakan waktu antara lima hingga tujuh hari perjalanan, ditujukan langsung ke dinas kesehatan provinsi di wilayah terdampak.
Bantuan tahap pertama seberat 52 kg sebelumnya sudah dititipkan melalui relawan MDMC.
Ia mengungkapkan, fokus utama pengiriman adalah memulihkan pelayanan kesehatan dasar di lokasi bencana karena banyak puskesmas yang mengalami gangguan.
Anung menjamin bahwa pengiriman ini tidak akan mengganggu ketersediaan obat bagi masyarakat di DIY.
“Yang kami berikan adalah buffer stock yang memang aman untuk diberikan kepada masyarakat di Sumatera yang terdampak bencana,” jelasnya.
Sementara untuk potensi mengirimkan bantuan tenaga medis, Anung menyatakan Pemda DIY siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengirimkan tenaga medis.
Tapi, pengerahan tim medis masih menunggu arahan. Hal ini karena kebutuhan di lokasi, khususnya dokter spesialis, saat ini sudah banyak dipenuhi oleh Kemenkes.
Koordinasi terus dilakukan dengan Pusat Krisis Kesehatan
“Kami di DIY sudah punya tim yang namanya Emergency Medical Team,” ungkapnya.










