Sementara itu, orang tua salah satu peserta pameran asal Mojokerto, Dezy Lyzawaty, mengaku keikutsertaan putranya dalam pameran menjadi motivasi besar bagi keluarganya untuk terus mendukung proses berkarya.
Ia menceritakan, karya pertama anaknya yang dipamerkan pada kegiatan serupa tahun lalu berhasil terjual sehingga menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan bakat yang dimiliki.
“Saya pulang membawa semangat dan energi untuk terus berjuang buat Dani,” ungkap Dezy.
Dezy berharap semakin banyak orang tua anak neurodivergen yang terdorong untuk terus mendampingi putra-putrinya mengembangkan potensi melalui berbagai ruang kreatif seperti pameran seni.








