Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, anggaran BOPDA meningkat dari Rp 2,2 miliar pada 2025 menjadi lebih dari Rp 2,5 miliar di 2026.
“Kenaikan anggaran diikuti bertambahnya jumlah warga belajar. Dulu di 2025 jumlah warga belajar ada 2.394 orang, saat ini naik menjadi 2.805 orang,” kata Nunuk.
Di sisi lain, pengembangan pertanian produktif di PKBM Ngudi Kapinteran masih menghadapi kendala. Salah satunya keterbatasan air untuk menggarap lahan seluas delapan hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan pembangunan sumur bor untuk mendukung pengembangan pertanian di kawasan tersebut.
“Kami akan mengupayakan pembangunan sumur bor agar kebutuhan air dapat terpenuhi,” kata Rismiyadi.
Harapannya, lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara optimal dan produktivitas pertanian semakin meningkat. (gun/bid).
Editor: Dzikrina Abdillah.










