Penjaringan ini melibatkan 727 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyisir sekitar 200 ribu penduduk usia sekolah dari keluarga desil 1 dan desil 2 di 78 kapanewon.
Hasilnya, antusiasme di jenjang SMP dan SMA membludak hingga menyerap masing-masing 150 siswa, melampaui kapasitas awal.
Sementara jenjang SD baru terisi 30 anak, yang sisa kuotanya dialihkan untuk memperkuat daya tampung jenjang di atasnya.
Melalui skema pemanfaatan underenrolled schools ini Komisi D DPRD DIY berharap perluasan akses pendidikan bagi anak-anak rentan putus sekolah dapat berlari kencang, tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan dan ruang terbuka hijau di Yogyakarta. (eri/bid).
Editor: Dzikrina Abdillah.








