“Jadi, (pasar rakyat) tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menjadi ruang sosial budaya, termasuk juga untuk healing masyarakat, terutama generasi milenial,” tambahnya.
Dalam penyelenggaraan GEMPAR, Disperindag melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah, ASN, PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, Persit, hingga instansi vertikal.
Seluruh elemen didorong ikut berbelanja dan membagikan aktivitasnya di media sosial sebagai bagian dari kampanye bersama untuk menghidupkan kembali pasar rakyat.










