SLEMAN, Joglo News – Gelaran Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) di Pasar Ngijon, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, sukses menyedot perhatian masyarakat.
Penampilan kesenian jathilan menjadi magnet utama yang membuat jumlah pengunjung melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I, Robertus Esthi Raharja Prasetya, mengatakan sekitar 1.000 orang memadati Pasar Ngijon saat GEMPAR berlangsung pada Minggu (2/8).
Angka tersebut meningkat signifikan dari rata-rata kunjungan harian yang hanya sekitar 500 orang.
BACA JUGA: Puluhan Perempuan di Gunungkidul Positif HPV, Lima Ditemukan Alami Lesi Prakanker Serviks
Tak hanya ramai pengunjung, kegiatan itu juga berdampak langsung pada pendapatan pedagang. Berdasarkan laporan yang diterimanya, omzet sejumlah pedagang meningkat hampir 50 persen.
“Saya dapat info dari para pedagang kenaikan omzet bisa mencapai hampir 50 persen dari biasanya. Semisal yang biasanya jualan dapat Rp600 ribu, kemarin menjadi Rp900 ribu,” ujar Robert.
Kemeriahan acara semakin terasa saat kelompok Putri Affanda menampilkan kesenian jathilan yang diiringi gamelan Power Irama.
Delapan penari perempuan dan dua penari laki-laki sukses menghibur ratusan warga yang memadati area pasar.
Suasana semakin semarak ketika sejumlah pengunjung hingga tamu undangan ikut menari bersama para penampil.
Momen tersebut menjadikan Pasar Ngijon tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga ruang hiburan dan interaksi masyarakat.
Salah seorang pengunjung, Heru, mengaku sengaja datang bersama keluarganya setelah mengetahui akan ada pertunjukan jathilan.
“Biasanya saya memang berbelanja di Pasar Ngijon. Tapi karena ada info jathilan di pasar, saya membawa keluarga saya. Kebetulan saya tinggal di sekitar sini,” katanya.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menjelaskan GEMPAR merupakan program untuk menghidupkan kembali pasar rakyat melalui berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat.
“Untuk kegiatan GEMPAR tentunya kami punya target untuk meramaikan kembali pasar rakyat di wilayah Kabupaten Sleman. Harapan kami, ini menjadi sebuah bentuk kampanye bagi masyarakat untuk kembali meramaikan pasar lagi,” ujar Aris.
Menurutnya, pasar rakyat kini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi berbelanja, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang sosial, budaya, sekaligus tempat rekreasi bagi masyarakat.










