JOGLO NEWS – Perjalanan panjang selama 65 tahun di dunia pendidikan dirayakan oleh SMP Negeri 1 Piyungan melalui perhelatan Lustrum ke-13 pada pertengahan tahun 2026 ini.
Mengusung tema Geliat Para Dwija Ubah Citta Tuk Gapai Laksana Pisayota dengan subtema Cantrik Bali Padepokan, momentum itu tidak sekadar ajang suka cita, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial dan pelestarian budaya.
Kepala SMPN 1 Piyungan, Dra. Sri Lestari, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan yang telah terlaksana.
Baginya, usia 65 tahun merupakan tonggak sejarah yang matang bagi sekolah untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dalam mencetak generasi cerdas dan berprestasi di Kabupaten Bantul maupun DIY.
BACA JUGA: Agustus Jadi Puncak Panen Palawija di Gunungkidul, Produksi Padi Tetap Aman
“65 tahun adalah usia yang matang bagi sebuah lembaga pendidikan. Lewat Lustrum ke-13 ini, kami sangat bersyukur atas terjalinnya sinergi yang luar biasa antara sekolah, komite, para alumni, stakeholder, dan masyarakat,” ungkapnya, Senin (3/8).
Sri Lestari menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi SMP Negeri 1 Piyungan untuk terus berkembang dan memberikan layanan pendidikan terbaik.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, (30/7), berupa aksi sosial penyaluran bantuan air bersih ke wilayah Umbulsari, Srimartani, dan Kaligatuk, Srimulyo yang mengalami kekeringan.
Pada hari yang sama, kegiatan dilanjut bakti sosial di Panti Asuhan Umar bin Khatab serta program Aksi Peduli Siswa sebagai bentuk kepedulian antarsesama warga sekolah.
Puncak peringatan berlangsung pada Sabtu, (1/8), diawali dengan jalan sehat yang diikuti ribuan peserta dari unsur murid, guru, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat.
Kegiatan yang dilepas Wakil Bupati Bantul itu semakin semarak dengan pelepasan balon rezeki, hiburan musik, serta pembagian berbagai doorprize.










