GUNUNGKIDUL, Joglo News – Musim kemarau diklaim belum mengancam produksi padi di wilayah Gunungkidul.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) memastikan kondisi tanaman padi masih aman, karena pasokan air diperkirakan tetap mencukupi hingga datangnya hujan pada Oktober–November mendatang.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, hujan diprediksi mulai turun pada Oktober hingga November 2026.
Kondisi demikian membuat areal persawahan yang dilayani jaringan irigasi teknis masih relatif aman dari ancaman kekeringan.
BACA JUGA: Duta Besar Qatar Temui Sri Sultan HB X, Jajaki Kerja Sama Kebudayaan dengan DIY
“Prakiraan BMKG menunjukkan hujan mulai turun Oktober hingga November sehingga kebutuhan air tanaman masih bisa tercukupi,” kata Rismiyadi, Senin (3/8).
Di sisi lain, petani palawija diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama selama musim kemarau.
DPP mengandalkan pengendalian hayati dengan melepas burung hantu sebagai predator alami tikus di kawasan Bendung, Semin dan Kelor, Karangmojo.
Saat ini, komoditas tanaman palawija mulai memasuki masa panen. Produksi kacang tanah dan ubi kayu diperkirakan mencapai puncaknya sepanjang Agustus.










